Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Breaking News

PENTINGNYA SPORT SCIENCE DALAM PEMULIHAN CIDERA OLAHRAGA

Hari minggu kemarin telah selesai dilaksanakan suatu program pelatihan bagi fisioterapis olahraga dan pelatiih fisik mengenai A to Z Exercise therapy for sport injury. Pada pelatihan ini diberikan materi mengenai bagaimana prkgram latihan yang diberikan bagi atlet yang mengalami cidera. Harapannya tentunya atlet yang mengalami cidera tersebut dapat kembali ke cabang olahraganya dengan maksimal

Pada pelatihan tersebut sangat ditekankan pentingnya Sport science  atau ilmu keolaharagaan dalam proses pemulihan atlet. Salah satu dasar ilmu yang penting adalah Biomekanik olahraga. Pakar Biomekanik seorang Fisioterapis yang sedang menyelesaikan program Doktornya di Mahidol University Thailand menjelaskan bahwa ilmu biomekanik sangat berpengaruh pada prestasi olahraga. Jika kita ingat sekitar tahun 70 an maka pelompat tinggi dengan lompatan yang tinggi adalah dengan gya stridle dimana melewati mistar dengan posisi tengkurap, namun saat ini peloncat tinggi menggunakan gaya flop dimana atlet meleati mistar dalam posisi terlentang. Perubahan ini terjadi karena adanya analisa biomekanik yang menjelaskan jangkauan melewati mistar akan lebih tinggi pada posisi terlentang.

Pada pembahasan lain Wahyu menjelaskan bahwa cara berlari yang salah dalam waktu yang lama juga akan menimbulkan keluhan yang disebut shin splint yaitu nyeri pada tulang kering. Hal laion yang perlu diperhatikan pada waktu berlari adalah adanya kerja otot quadriceps femoris (paha bagian depan) sebagai konttrol dalam bentuk konsetrik dan eksentrik.  Oleh karena itu dalam program latihan juga harus diberikan latihan penguatan otot  dalam bentuk eksenrk. Otot itu mampu berkonraksi dalam posisi kosentrik yaitu keadaan dimana otot ketika konsentrik dalam poisisi memendek dan begitu pula seblaiknya dimana kontraksi eksentrik adalah saat otot berkontraksi pisisi otot memanjang.

Oleh karena itu terapi latihan juga harus didisain adanya latihan konsentrik maupun latihan eksentrik. Sehingga atlet punya kemampuan yang sama dalam bergerak memanjang dan memendek. Hal penting lainnya dalam kntraksi otot adalah kerja isometric dimana otot berkontyraksi tanpa adanya penambahan panjang namun hanya tonusnya yang berubah. Latihan ini sering lupa dilakukan oleh atlet padahal sangat penting untuk menjaga stabilisasi tubuhnya.

Jika seorang atlet memiliki kemampuan stabilisasi yang baik maka kemampuan kecepatan reaksi, agility dan ketrampilan dalam bergerak akan sangat mudah dilakukan. Konsep ini yang diterapkan pada salaha satu fase latihan dimana pada fase itu dilatih bagaimana meningkatkan ketrampilan dan ketangkasan bergerak dengan tetap menjaga stabilitas pada setiap sendinya. Dengan latihan ini akan dihasilkan pola gerak atlet yang baik dan akan melindungi atlet dari kemungkinan munculnya cidera berulang

Pendekatan keilmuan lain yang juga harus dipahami adalah metodik latihan. Seorang fisioterapis olahraga dan pelatih fisik harus memiliki kemampuan dalam mendisain latihan yang sesuai dengan tujuan dari latihan tersebut. Latihan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan otot tentu akan berbeda dengan latihan yang ditujukan untuk meningkatkan daya tahan otot walaupun kedua latihan tersebut ditujukan untuk otot. Dalam penentuan disain latihanini perlu diperhatikan jenis latihan , dosis latihan, dan criteria keberhasilan latihan tersebut.

Selain penedkatan ilmu olahraga pada pelatihan itu juga diajarkan pendekatan ilmu kesehatan agar dalam memberikan latihan baik fisioterapis dan pelatih dapat mengetahui tanda tanda kerusakan jaringan yang akan menuntun dalam pemberiaan program latihan yang tepat. Selain itu pemahaman dalam ilmu kesehatan ini dapat memberikan informasi apakah latihan yang diberikan terlalu berat atau juga terlalu ringan. Jika terlalu berat akan ditunjukan dengan munculnya gejala inflamasi seperti panas, bengkak, nyeri dan tanda tanda lainnya, sedang jika terlalu ringan tidak akan menunjukan perbaikan apa apa.

Tulisan pernah dimuat di Harian Bola

 

As part of this program, students will be immersed in project-based and workplace learning experiences order essay online cheap that will provide them with academic and career skills

About Syahmirza Indra Lesmana

Beliau yang dikenal dengan sebutan Pak Indra adalah Ketua Perhimpunan Fisioterapi Olahraga Indonesia (PFOI) periode 2014-2018 dan Dosen Fakultas Fisioterapi Olahraga Universitas Esa Unggul Jakarta. Pak Indra memfokuskan diri pada fisioterapi olahraga khususnya dalam pemulihan dan pencegahan cedera. Pak Indra tidak hanya aktif dalam praktik fisioterapi melainkan juga melakukan penelitian khusus pada permasalahan cedera olahraga.